SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Mendekati satu tahun pemerintahan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, program unggulan Gratispol kini memasuki fase krusial. Di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD), komitmen pembiayaan program gratis tersebut mulai diuji.
Duet Rudy-Seno yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, resmi meluncurkan enam program Gratispol pada 22 April 2025 di Plenary Hall GOR Kadrie Oening. Program itu mencakup pendidikan gratis dari SMA/SMK hingga D3-S3, layanan kesehatan gratis, pembebasan biaya administrasi kepemilikan rumah, seragam sekolah gratis, internet desa gratis, hingga umrah gratis bagi marbot dan penjaga rumah ibadah.
Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan, program prioritas tetap berjalan meski situasi anggaran tidak sepenuhnya ideal. Ia menyebut tiga sektor menjadi fokus utama saat ini, yakni layanan kesehatan gratis, UKT gratis, dan umrah gratis untuk marbot.
“Program prioritas tetap jalan dan sudah masuk dalam struktur APBD,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Pemprov Kaltim menargetkan sekitar 124 ribu mahasiswa menerima manfaat Gratispol tahun ini. Data Biro Kesra Setda Kaltim mencatat 21.903 mahasiswa baru dari 53 perguruan tinggi telah dibebaskan dari UKT semester pertama, dengan alokasi anggaran mencapai Rp105,35 miliar.
Meski demikian, Seno mengakui masih ada sejumlah persoalan teknis dan administrasi, terutama pada tahap awal implementasi program pendidikan gratis. Evaluasi terus dilakukan agar penyaluran manfaat lebih tepat sasaran.
“Ini program besar dan baru. Tentu ada penyesuaian. Yang penting kami terus memperbaiki,” tegasnya.
Dengan kondisi fiskal yang menantang, keberlanjutan Gratispol kini tak hanya soal realisasi anggaran, tetapi juga konsistensi pemerintah menjaga janji politik di tengah dinamika keuangan daerah. (*)










