SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Upaya penghijauan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini dikemas sebagai gerakan edukasi lingkungan yang melibatkan banyak pihak. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan penanaman pohon tidak sekadar seremoni, tetapi bagian dari pembentukan budaya ramah lingkungan di ibu kota baru.
Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Onesimus Patiung, mengatakan kegiatan tanam pohon rutin dilakukan dengan melibatkan pegawai OIKN, masyarakat, hingga tamu kelembagaan yang berkunjung ke IKN.
“Penanaman pohon ini bukan hanya simbolis, tetapi gerakan bersama untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini di kawasan IKN,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran tentang teknik penanaman yang baik dan berkelanjutan. Edukasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa konsep kota hutan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen.
Dalam kegiatan terbaru, sebanyak 850 pohon berhasil ditanam di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Program ini juga dirangkai dengan kegiatan yang melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Onesimus menambahkan, program penghijauan merupakan instruksi langsung Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, sebagai bagian dari visi menjadikan IKN kota hutan berkelanjutan.
“Komitmen kami adalah menumbuhkan kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga IKN benar-benar menjadi kota yang selaras dengan alam,” tegasnya. (*)










