Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Dorong Kendali Inflasi Lewat Pusat Distribusi Berbasis Data

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Kaltim mulai memperkuat jalur distribusi guna menekan inflasi (foto:istimewa).

Pemprov Kaltim mulai memperkuat jalur distribusi guna menekan inflasi (foto:istimewa).

SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mematangkan rencana operasional pusat distribusi barang sebagai strategi memperkuat kendali inflasi sekaligus memangkas rantai pasok kebutuhan pokok yang masih panjang.

Analis Perdagangan Disperindagkop UKM Kaltim, Muhammad Riski Januar, menegaskan sekitar 80 persen kebutuhan pokok daerah masih dipasok dari luar Kaltim. Kondisi ini membuat harga rentan berfluktuasi ketika terjadi gangguan distribusi.

“Pusat distribusi ini diinisiasi TPID karena sebagian besar kebutuhan pokok kita masih didatangkan dari luar daerah. Fasilitas ini akan menjadi stok penyangga ketika terjadi kelangkaan di kabupaten dan kota,” ujar Riski, Senin (16/2/2026).

Baca Juga :  Inflasi Awal 2026 Terjaga, BI Pastikan Ekonomi Kaltim Tetap Solid

Ia menjelaskan pengelolaan fasilitas direncanakan berada di bawah badan usaha milik daerah (BUMD) agar intervensi pasar dapat dilakukan lebih efektif saat harga bergejolak.

“Dengan dikelola BUMD, pemerintah bisa lebih cepat melakukan operasi pasar dan menjaga stabilitas harga,” tambahnya.

Kawasan Industri Kariangau dipilih sebagai lokasi pembangunan karena kedekatannya dengan pelabuhan dan akses tol, sehingga mendukung efisiensi logistik.

Baca Juga :  CIMB Niaga Dorong Nasabah Kelola Gaji Lebih Efektif Lewat Layanan OCTO

Sementara itu, Analis Perdagangan Arie Priyono menyoroti aspek modernisasi sistem yang akan diterapkan.

“Pusat distribusi ini akan berbasis digital. Arus barang masuk dan keluar akan tercatat secara real-time sehingga data yang dihasilkan akurat untuk perumusan kebijakan ekonomi,” jelas Arie.

Meski pembangunan fisik tertunda akibat efisiensi anggaran, pemerintah kini memprioritaskan penyusunan regulasi dan pematangan desain teknis sebagai fondasi realisasi proyek tersebut. (*)

Berita Terkait

BI Kaltim Genjot Distribusi Tunai Rp2,18 Triliun, SERAMBI 2026 Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan
Astra Motor Kalimantan Timur 2 Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Program Sahabat PERS
Ekonomi Kaltim 2025 Tumbuh 4,53 Persen, BPS Catat Lonjakan di Sektor Akomodasi dan Konsumsi Pemerintah
APBD Anjlok, Program Pendidikan Gratis Kaltim Dipertanyakan
Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
CIMB Niaga Dorong Nasabah Kelola Gaji Lebih Efektif Lewat Layanan OCTO
Inflasi Awal 2026 Terjaga, BI Pastikan Ekonomi Kaltim Tetap Solid
Harga TBS Menguat, Sawit Jadi Penopang Ekonomi Pekebun Kaltim
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:05 WIB

BI Kaltim Genjot Distribusi Tunai Rp2,18 Triliun, SERAMBI 2026 Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:32 WIB

Astra Motor Kalimantan Timur 2 Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Program Sahabat PERS

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:33 WIB

Ekonomi Kaltim 2025 Tumbuh 4,53 Persen, BPS Catat Lonjakan di Sektor Akomodasi dan Konsumsi Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:36 WIB

APBD Anjlok, Program Pendidikan Gratis Kaltim Dipertanyakan

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:24 WIB

Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI

Berita Terbaru

N (24) seorang kurir yang berhasil diamankan pihak kepolisian saat hendak mengedarkan pil ekstasi (istimewa).

Hukum & Kriminal

Kurir Ekstasi Diciduk di Sungai Kunjang, 20 Butir Inex Diamankan

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:06 WIB