SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Peluang kerja sama pendidikan internasional mulai terbuka bagi pelajar Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda tengah menjajaki kolaborasi dengan perwakilan Amerika Serikat untuk mengembangkan SMA Prestasi Samarinda sebagai pintu masuk penguatan sumber daya manusia berorientasi global.
Inisiatif tersebut muncul setelah adanya kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang membidangi pengembangan SDM sektor pendidikan. Pertemuan itu membuka ruang kerja sama lintas negara, mulai dari peningkatan kapasitas guru hingga pengembangan kompetensi peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyebutkan Wali Kota Samarinda merespons positif peluang tersebut. Namun, seluruh rencana kerja sama tetap harus melalui mekanisme resmi dan terukur.
“Secara prinsip Pak Wali Kota sangat terbuka. Tapi tentu harus diawali dengan memorandum of understanding. Saat ini pembahasan teknisnya sedang disiapkan,” ujar Asli.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga membuka peluang lanjutan pendidikan ke luar negeri bagi lulusan SMA Prestasi, khususnya ke Amerika Serikat.
Bidang yang menjadi fokus meliputi teknologi komputer, engineering, serta sektor-sektor yang sejalan dengan arah pembangunan Samarinda sebagai kota perdagangan, industri, dan jasa.
Asli menegaskan, SMA Prestasi dipilih karena dinilai memiliki kesiapan dasar untuk dikembangkan ke level internasional. Sekolah tersebut merupakan bagian dari kawasan pendidikan terpadu milik Pemkot Samarinda di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung.
“Targetnya bukan hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi menyiapkan generasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kota ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, perwakilan Amerika Serikat yang sebelumnya meninjau langsung SMA Prestasi memberikan apresiasi terhadap kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa serta capaian prestasi yang sudah diraih, meski sekolah ini tergolong baru.
Pemerintah Kota Samarinda berharap, jalur kerja sama internasional ini dapat menjadi model pengembangan pendidikan menengah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM daerah.










