SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandy, akhirnya angkat suara merespons tekanan publik terhadap pemerintahan Gubernur Rudy Mas’ud. Dari dalam koalisi sendiri, Gerindra mengirimkan kritik terbuka yang disebut sebagai bentuk “rasa sayang”, bukan serangan politik.
“Bagaimanapun, Partai Gerindra dan Golkar masih berada dalam satu gerbong koalisi yang mengusung Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Karena itu, kami perlu menyampaikan otokritik sebagai ungkapan rasa sayang. Tidak ada kebencian sama sekali,” ujar Agus, ditemui di Samarinda.
Ia menegaskan, kritik ini tidak lepas dari tuntutan masyarakat yang mencuat dalam aksi demonstrasi 21 April lalu. Menurutnya, pemerintah perlu segera merespons agar situasi tetap kondusif.
“Kita ini ingin bekerja untuk Kaltim secara maksimal. Kalau suasana tidak sejuk, terus panas, tentu sangat mengganggu pemerintahan. Ingat, pemerintahan itu eksekutif dan juga legislatif,” tegasnya.
Agus menyebut isu nepotisme menjadi sorotan paling kuat dari publik. Ia meminta gubernur lebih peka terhadap persepsi masyarakat yang berkembang.
“Saat aksi massa, soal dinasti politik selalu disebut-sebut dan membuat warga marah,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung polemik anggaran yang sempat viral, seperti rencana pembelian mobil dinas mewah dan renovasi rumah jabatan. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius.
“Kasus belanja mobil mewah Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan Rp25 miliar sudah cukup memberikan pelajaran agar pemerintah introspeksi diri,” ujarnya.
Agus menambahkan, DPRD juga telah melakukan langkah korektif dengan menyisir ulang sejumlah pos anggaran.
“Mata anggaran pembelian mobil dinas pimpinan DPRD dan banyak anggaran lainnya sudah kita revisi,” jelasnya.
Tak hanya itu, komposisi tim ahli gubernur juga ikut disorot. Ia menilai dominasi figur dari luar daerah bisa memicu kekecewaan masyarakat lokal.
“Memang itu hak gubernur. Tapi kita juga harus peka, masalah ini bisa melukai perasaan dan hati warga Kaltim,” tegasnya lagi.
Terkait isu pergantian Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang sempat berembus, Agus mengakui adanya pembicaraan tersebut, namun menegaskan Gerindra tidak akan ikut campur.
“Ya, memang ada suara-suara seperti itu. Tapi tentu kami dari Fraksi Gerindra tidak bisa ikut campur,” tutupnya.










