SEPUTARKALTIM.ID, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan tak sekadar seremoni tahunan. Momentum ini dinilai menjadi titik krusial untuk menyiapkan arah baru pembangunan kota, terutama dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi pasca proyek strategis nasional.
Alumni Golkar Institute Batch 19, Agung Syahrir, menilai Balikpapan kini memasuki fase transisi penting. Menurutnya, kota ini harus mulai memikirkan strategi jangka panjang agar tidak hanya bertumpu pada sektor migas dan proyek besar seperti Refinery Development Master Plan (RDMP).
“Balikpapan harus menyiapkan lompatan ekonomi berikutnya. RDMP memang memberi dampak besar, tetapi kota ini perlu memperkuat sektor lain agar pertumbuhan tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang selama ini dijalankan pemerintah kota menjadi fondasi kuat untuk mendorong diversifikasi ekonomi. Sektor jasa, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga UMKM dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih agresif.
Menurut Agung, reputasi Balikpapan sebagai kota bersih dan tertata rapi harus dipertahankan sebagai modal daya saing. Penghargaan Adipura dan predikat Kota Layak Huni disebutnya bukan hanya simbol prestasi, melainkan nilai jual strategis untuk menarik investasi dan talenta berkualitas.
“Identitas sebagai kota yang nyaman dan ramah lingkungan adalah aset. Itu bisa menjadi kekuatan dalam menarik investor maupun tenaga kerja profesional,” katanya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Kesiapan tenaga kerja menjadi kunci agar masyarakat Balikpapan tidak hanya menjadi penonton dalam arus pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
“Peningkatan kompetensi SDM harus menjadi prioritas. Jangan sampai peluang kerja yang tumbuh justru lebih banyak diisi dari luar daerah,” tegasnya.
Agung berharap, usia ke-129 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, Balikpapan diyakini mampu menjaga stabilitas lingkungan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi menuju kota yang lebih adaptif dan berdaya saing. (*).










