SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan dengan mengoptimalkan sekolah yang telah ada, di tengah pertumbuhan kebutuhan ruang belajar di sejumlah wilayah kota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan saat ini fokus pemerintah bukan pada pembangunan sekolah negeri baru, melainkan pada pemerataan akses dan distribusi peserta didik agar daya tampung dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, secara jumlah, sekolah negeri di Samarinda masih mampu menampung peserta didik baru setiap tahun ajaran. Saat ini terdapat sekitar 164 sekolah dasar dan 50 sekolah menengah pertama di bawah naungan Pemkot Samarinda.
“Kalau dilihat dari jumlah siswa, daya tampung sebenarnya masih cukup. Yang sering jadi masalah itu karena pendaftar menumpuk di sekolah-sekolah tertentu,” kata Asli.
Ia menjelaskan, jumlah siswa SMP di Samarinda mencapai sekitar 33 ribu orang. Jika dibagi ke dalam tiga tingkat, rata-rata per angkatan sekitar 11 ribu siswa. Sementara pada jenjang SD, terdapat sekitar 80 ribu siswa yang terbagi dalam enam tingkat.
Asli menyebutkan, upaya pemerataan akses juga perlu mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta sebagai bagian dari sistem pendidikan daerah. Pemerintah, kata dia, harus menjaga keseimbangan agar kebijakan yang diambil tidak berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta.
“Sekolah swasta itu mitra. Kalau sekolah negeri dibangun terlalu banyak, bisa berdampak pada swasta,” ujarnya.
Terkait pembangunan sekolah baru, Asli mengatakan Pemkot Samarinda pada 2026 belum merencanakannya. Namun, pembangunan tetap dimungkinkan apabila terdapat kebutuhan akses yang bersifat mendesak.
Ia mencontohkan pembangunan sejumlah sekolah negeri pada 2025, seperti SD Negeri 028 dan SMP Negeri 50 di Loa Bakung, serta SMP Negeri 49 di kawasan Balik Buaya, yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Pemkot Samarinda berharap pemerataan distribusi peserta didik dapat mengurangi persoalan daya tampung dan meningkatkan efektivitas layanan pendidikan di seluruh wilayah kota.










