Pemkot Samarinda Dorong Pemerataan Akses Pendidikan, Fokus Optimalkan Sekolah yang Ada

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin (rk).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin (rk).

SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan dengan mengoptimalkan sekolah yang telah ada, di tengah pertumbuhan kebutuhan ruang belajar di sejumlah wilayah kota.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan saat ini fokus pemerintah bukan pada pembangunan sekolah negeri baru, melainkan pada pemerataan akses dan distribusi peserta didik agar daya tampung dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, secara jumlah, sekolah negeri di Samarinda masih mampu menampung peserta didik baru setiap tahun ajaran. Saat ini terdapat sekitar 164 sekolah dasar dan 50 sekolah menengah pertama di bawah naungan Pemkot Samarinda.

Baca Juga :  Reuni Akbar ke-50 FPIK Unmul Perkuat Jejaring Alumni Lintas Generasi

“Kalau dilihat dari jumlah siswa, daya tampung sebenarnya masih cukup. Yang sering jadi masalah itu karena pendaftar menumpuk di sekolah-sekolah tertentu,” kata Asli.

Ia menjelaskan, jumlah siswa SMP di Samarinda mencapai sekitar 33 ribu orang. Jika dibagi ke dalam tiga tingkat, rata-rata per angkatan sekitar 11 ribu siswa. Sementara pada jenjang SD, terdapat sekitar 80 ribu siswa yang terbagi dalam enam tingkat.

Asli menyebutkan, upaya pemerataan akses juga perlu mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta sebagai bagian dari sistem pendidikan daerah. Pemerintah, kata dia, harus menjaga keseimbangan agar kebijakan yang diambil tidak berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta.

Baca Juga :  Gratispol Diuji Tekanan Fiskal, Pemprov Kaltim Klaim Program Tetap Prioritas

“Sekolah swasta itu mitra. Kalau sekolah negeri dibangun terlalu banyak, bisa berdampak pada swasta,” ujarnya.

Terkait pembangunan sekolah baru, Asli mengatakan Pemkot Samarinda pada 2026 belum merencanakannya. Namun, pembangunan tetap dimungkinkan apabila terdapat kebutuhan akses yang bersifat mendesak.

Ia mencontohkan pembangunan sejumlah sekolah negeri pada 2025, seperti SD Negeri 028 dan SMP Negeri 50 di Loa Bakung, serta SMP Negeri 49 di kawasan Balik Buaya, yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Pemkot Samarinda berharap pemerataan distribusi peserta didik dapat mengurangi persoalan daya tampung dan meningkatkan efektivitas layanan pendidikan di seluruh wilayah kota.

Berita Terkait

Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT
Gratispol Diuji Tekanan Fiskal, Pemprov Kaltim Klaim Program Tetap Prioritas
Gratispol Bukan untuk Semua Jalur, Pemprov Kaltim Tegaskan Kriterianya
Diplomasi Pendidikan Dibuka, SMA Prestasi Samarinda Berpeluang Terkoneksi ke Amerika Serikat
Reuni Akbar ke-50 FPIK Unmul Perkuat Jejaring Alumni Lintas Generasi
Sekolah Kepemimpinan Dispora Kaltim Cetak Pemuda Tangguh Masa Depan
Pemkot Samarinda Tuai Apresiasi atas Perbaikan Tata Kelola Infrastruktur Banjir
PDD ke-5 di Sangatta Utara: Anak Muda dan Tokoh Masyarakat Bersatu Suarakan Prioritas Kebijakan Publik
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:24 WIB

Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:17 WIB

Gratispol Diuji Tekanan Fiskal, Pemprov Kaltim Klaim Program Tetap Prioritas

Senin, 9 Februari 2026 - 23:48 WIB

Pemkot Samarinda Dorong Pemerataan Akses Pendidikan, Fokus Optimalkan Sekolah yang Ada

Senin, 9 Februari 2026 - 19:50 WIB

Gratispol Bukan untuk Semua Jalur, Pemprov Kaltim Tegaskan Kriterianya

Senin, 9 Februari 2026 - 19:25 WIB

Diplomasi Pendidikan Dibuka, SMA Prestasi Samarinda Berpeluang Terkoneksi ke Amerika Serikat

Berita Terbaru