SEPUTARKALTIM.ID, IKN – Percepatan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki fase krusial. Sepanjang 2026, sebanyak 16 kementerian dan lembaga dijadwalkan mulai beroperasi bertahap di kawasan ibu kota baru, seiring kesiapan layanan dasar yang diklaim semakin lengkap.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN (OIKN), Troy Pantouw, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemindahan kantor, tetapi juga memastikan ekosistem pendukung bagi ASN dan keluarganya telah siap. Menurutnya, transisi dilakukan paralel dengan penyelesaian fasilitas publik agar perpindahan berjalan mulus.
“Kami ingin ASN yang bertugas di IKN merasa aman dan nyaman. Karena yang dipindahkan bukan hanya institusi, tetapi juga kehidupan,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, OIKN melaporkan kemajuan signifikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Empat rumah sakit telah tersedia, tiga di antaranya RS Hermina Nusantara, RS Mayapada Nusantara, dan RSUP milik Kementerian Kesehatan sudah melayani pasien. Layanan BPJS Kesehatan dan BPJamsostek juga telah beroperasi untuk menjamin perlindungan ASN.
Bidang pendidikan turut dipercepat. Pemerintah menyiapkan sekolah terpadu dari jenjang PAUD hingga SMA untuk tahun ajaran 2026/2027. Sejumlah institusi seperti Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah di bawah Kementerian Agama, hingga sekolah bertaraf internasional direncanakan hadir guna menjawab kebutuhan pendidikan keluarga ASN.
Dari sisi keagamaan, Masjid Negara IKN ditargetkan mulai difungsikan pada Ramadan 1447 Hijriah. Selain itu, 12 masjid dan 37 musala di KIPP telah dikoordinasikan operasionalnya, termasuk penyediaan fasilitas ibadah bagi umat Kristiani.
Langkah ini menandai babak baru IKN sebagai pusat kendali pemerintahan yang tak hanya siap secara administratif, tetapi juga secara sosial. Pemindahan 16 kementerian menjadi indikator bahwa IKN bergerak dari tahap pembangunan menuju fase operasional yang lebih konkret. (*).










