SEPUTARKALTIM.ID, BERAU – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai membawa konsekuensi baru terhadap dinamika sosial dan politik daerah. Hal itu menjadi sorotan utama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat membuka Rapat Koordinasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Kaltim di Hotel Mercure Berau.
Dalam arahannya, Seno menekankan bahwa arus masuk pendatang dari berbagai latar belakang suku dan budaya ke Kaltim memerlukan kesiapan tata kelola politik yang matang. Menurutnya, stabilitas daerah tidak bisa dilepaskan dari peran strategis Kesbangpol sebagai garda terdepan menjaga persatuan.
“Dengan adanya IKN, dinamika masyarakat akan semakin kompleks. Karena itu, keseimbangan politik harus diperkuat agar tetap kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama ini Kaltim dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Stabilitas tersebut, kata dia, harus terus dijaga melalui sinergi antarpemerintah daerah dan penguatan kapasitas aparatur.
Seno juga mendorong peningkatan kompetensi pegawai Kesbangpol, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan intelijen. Langkah itu dinilai penting agar aparatur mampu membaca potensi kerawanan sejak dini serta merespons secara cepat dan tepat.
Melalui rakor tersebut, ia berharap terbangun kesamaan persepsi serta langkah konkret untuk memperkuat peran Kesbangpol dalam menghadapi tantangan baru seiring perkembangan Kaltim sebagai daerah penyangga sekaligus lokasi IKN.
“Kesbangpol harus semakin solid dan profesional agar stabilitas politik tetap terjaga,” pungkasnya. (*)










