Relawan dan Warga Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Saat Ramadan

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdamkar Samarinda mengajak relawan dan masyarakat berpartisipasi mencegah potensi kebakaran saat Ramadan (foto:istimewa).

Disdamkar Samarinda mengajak relawan dan masyarakat berpartisipasi mencegah potensi kebakaran saat Ramadan (foto:istimewa).

SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Upaya pencegahan kebakaran selama Ramadan di Kota Tepian tak hanya bertumpu pada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), tetapi juga pada peran aktif warga dan relawan di tingkat lingkungan.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Akhmad Suprianto, menyampaikan pihaknya tetap menyiagakan 11 posko yang beroperasi 24 jam penuh. Personel dibagi dalam tiga regu untuk memastikan respons cepat bila terjadi keadaan darurat.

Meski angka kebakaran menurun dari 23 kejadian pada Ramadan 2024 menjadi 18 kejadian pada 2025, ia menegaskan potensi risiko tetap tinggi. Aktivitas memasak saat sahur dan berbuka menjadi momen rawan, terutama jika warga lengah.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Satgas Pangan Turun ke Lapangan Pastikan Harga dan Stok Bapokting Terkendali

Lebih dari 60 persen kasus kebakaran, lanjutnya, dipicu masalah kelistrikan dan penggunaan kompor gas yang tidak diawasi. Penggunaan stopkontak bertumpuk serta instalasi listrik lama menjadi ancaman serius di permukiman padat.

Senior Relawan Kebakaran Samarinda, Teguh Setia Wardana, menilai faktor perilaku manusia menjadi kunci utama. Keletihan setelah sahur atau kesibukan menyiapkan takjil kerap membuat kompor terlupa dalam kondisi menyala.

Baca Juga :  Wali Kota Pastikan Satu SKTUB Satu Lapak, Tata Kelola Pasar Pagi Dirombak Total

Relawan yang tersebar hingga tingkat RT disebut berperan sebagai deteksi dini melalui patroli rutin dan edukasi langsung kepada warga. Selain itu, masyarakat dianjurkan memiliki APAR atau minimal menyiapkan karung basah sebagai langkah awal penanganan api.

“Kunci keselamatan ada pada kesadaran bersama. Kalau warga disiplin, risiko kebakaran bisa ditekan,” tegas Teguh. (*)

Berita Terkait

Jelang HBKN, Wawali Tekankan Gerak Cepat Kendalikan Inflasi
Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Mitigasi Risiko Jadi Prioritas
HPN di Samarinda Soroti Peran Pers di Tengah Arus Media Sosial
Jelang Ramadan, Satgas Pangan Turun ke Lapangan Pastikan Harga dan Stok Bapokting Terkendali
Cek Diduga Kosong, Anggota DPRD Samarinda Dilaporkan ke Polisi dan Badan Kehormatan
Wali Kota Pastikan Satu SKTUB Satu Lapak, Tata Kelola Pasar Pagi Dirombak Total
Pedagang SKTUB Gelar Aksi, Tuntut Kepastian Lapak Pasar Pagi
PDD ke-5 di Sangatta Utara: Anak Muda dan Tokoh Masyarakat Bersatu Suarakan Prioritas Kebijakan Publik
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 19:33 WIB

Relawan dan Warga Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Saat Ramadan

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:28 WIB

Jelang HBKN, Wawali Tekankan Gerak Cepat Kendalikan Inflasi

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:22 WIB

Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Mitigasi Risiko Jadi Prioritas

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:09 WIB

HPN di Samarinda Soroti Peran Pers di Tengah Arus Media Sosial

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:44 WIB

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Turun ke Lapangan Pastikan Harga dan Stok Bapokting Terkendali

Berita Terbaru

N (24) seorang kurir yang berhasil diamankan pihak kepolisian saat hendak mengedarkan pil ekstasi (istimewa).

Hukum & Kriminal

Kurir Ekstasi Diciduk di Sungai Kunjang, 20 Butir Inex Diamankan

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:06 WIB