APBD Anjlok, Program Pendidikan Gratis Kaltim Dipertanyakan

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Ekonomi Unmul, Purwadi (foto:istimewa).

Akademisi Ekonomi Unmul, Purwadi (foto:istimewa).

SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Penurunan drastis APBD Kalimantan Timur dari sekitar Rp21 triliun menjadi Rp15 triliun berbuntut panjang. Kondisi fiskal ini kini menyeret program pendidikan gratis yang sebelumnya digadang-gadang sebagai janji unggulan pemerintah provinsi.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai situasi tersebut bukan semata soal turunnya pendapatan daerah, melainkan cerminan lemahnya perencanaan dan mitigasi risiko dalam penyusunan kebijakan.

“Selisih Rp6 triliun itu bukan angka kecil. Kalau sejak awal tidak disiapkan skenario terburuk, maka yang terjadi adalah pemangkasan di tengah jalan seperti sekarang,” tegas Purwadi.

Ia menyebut, janji pendidikan gratis yang dulu disampaikan tanpa batasan kini berubah menjadi kebijakan dengan sejumlah syarat melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Perubahan ini dinilai mencederai ekspektasi publik yang sudah terlanjur percaya.

Baca Juga :  Biaya Hidup Tinggi Jadi Tantangan Utama Pengentasan Kemiskinan di Kaltim

“Dulu disampaikan tanpa syarat yang rigid. Sekarang muncul pembatasan usia, pembatasan jenis kelas, dan berbagai ketentuan lain. Ini menunjukkan program tidak disiapkan dengan fondasi fiskal yang kuat,” ujarnya.

Purwadi bahkan menyebut pembatasan tersebut berdampak langsung pada kelompok akademisi dan putra daerah. Dosen bergelar S2 yang ingin melanjutkan studi S3 terganjal aturan usia, sementara peserta kelas eksekutif kehilangan akses karena regulasi baru.

Menurutnya, kebijakan yang berubah-ubah justru memperlihatkan lemahnya manajemen risiko pemerintah daerah. Ia menilai, daerah kaya sumber daya alam seperti Kaltim seharusnya memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk menjaga program prioritas tetap berjalan meski terjadi penurunan pendapatan.

Baca Juga :  BI Kaltim Genjot Distribusi Tunai Rp2,18 Triliun, SERAMBI 2026 Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan

“Kalau setiap ada tekanan anggaran lalu hak publik yang dipangkas, berarti ada masalah dalam perencanaan. Program strategis tidak boleh bergantung pada situasi sesaat,” katanya.

Purwadi juga menyoroti rendahnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang membuat APBD mudah terguncang. Ketergantungan pada sumber penerimaan tertentu dinilai menjadi akar persoalan yang berulang.

“Tanpa penguatan PAD dan perencanaan realistis, janji politik berisiko menjadi beban fiskal. Ini yang harus dievaluasi secara serius,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Dorong Kendali Inflasi Lewat Pusat Distribusi Berbasis Data
BI Kaltim Genjot Distribusi Tunai Rp2,18 Triliun, SERAMBI 2026 Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan
Astra Motor Kalimantan Timur 2 Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Program Sahabat PERS
Ekonomi Kaltim 2025 Tumbuh 4,53 Persen, BPS Catat Lonjakan di Sektor Akomodasi dan Konsumsi Pemerintah
Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
CIMB Niaga Dorong Nasabah Kelola Gaji Lebih Efektif Lewat Layanan OCTO
Inflasi Awal 2026 Terjaga, BI Pastikan Ekonomi Kaltim Tetap Solid
Harga TBS Menguat, Sawit Jadi Penopang Ekonomi Pekebun Kaltim
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:05 WIB

BI Kaltim Genjot Distribusi Tunai Rp2,18 Triliun, SERAMBI 2026 Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:32 WIB

Astra Motor Kalimantan Timur 2 Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Program Sahabat PERS

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:33 WIB

Ekonomi Kaltim 2025 Tumbuh 4,53 Persen, BPS Catat Lonjakan di Sektor Akomodasi dan Konsumsi Pemerintah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:36 WIB

APBD Anjlok, Program Pendidikan Gratis Kaltim Dipertanyakan

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:24 WIB

Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI

Berita Terbaru

N (24) seorang kurir yang berhasil diamankan pihak kepolisian saat hendak mengedarkan pil ekstasi (istimewa).

Hukum & Kriminal

Kurir Ekstasi Diciduk di Sungai Kunjang, 20 Butir Inex Diamankan

Rabu, 18 Feb 2026 - 20:06 WIB