SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Lonjakan transaksi jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur memperkuat strategi distribusi uang kartal. Melalui program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri), BI Kaltim menyiapkan Rp2,18 triliun guna menjaga kelancaran perputaran uang tunai di tengah meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
Kepala KPwBI Kaltim, Jajang Hermawan, menyebut kebutuhan uang kartal selama Ramadan-Idulfitri umumnya naik sekitar 20 persen dibanding periode normal.
“Penyediaan dana tahun ini meningkat 19,13 persen secara tahunan (year on year) sebagai langkah antisipatif terhadap puncak kebutuhan likuiditas,” ujarnya.
Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan Uang Layak Edar sebesar Rp185,6 triliun. Kebijakan tersebut sekaligus menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang agar distribusi rupiah tepat waktu, tepat jumlah, serta terjaga keasliannya.
Kick off SERAMBI 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji bersama OJK, Kementerian Agama, perbankan, dan perwakilan pesantren. Dalam sambutannya, Seno Aji mengingatkan pentingnya menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan alat transaksi yang harus diperlakukan dengan baik.
“Tentunya kita harus menjaga rupiah, bukan hanya sebagai alat transaksi tetapi juga simbol negara,” bebernya.
Tak hanya memperkuat suplai tunai, BI Kaltim juga mendorong transformasi digital. Lima kotak amal khusus untuk masjid di Samarinda diserahkan dengan desain anti-lipat serta dilengkapi QRIS guna memfasilitasi donasi non-tunai. Pelepasan mobil kas keliling menjadi penanda dimulainya layanan penukaran uang bagi masyarakat.
Layanan SERAMBI 2026 berlangsung 18 Februari hingga 15 Maret 2026 di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja BI Kaltim. Penukaran dilakukan melalui aplikasi dan laman PINTAR dengan batas maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta per orang. Skema pembukaan kuota dilakukan dua tahap untuk wilayah Kalimantan.
Melalui momentum ini, BI kembali menguatkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk edukasi mengenali keaslian uang dengan metode 3D serta merawat uang melalui prinsip 5J. Sinergi bersama perbankan diharapkan memastikan distribusi tunai tetap tertib, aman, dan tepat sasaran sepanjang Ramadan hingga Idulfitri. (*)










