SEPUTARKALTIM.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Imlek, Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ballroom Arutala Bapperida.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan inflasi year-on-year Januari 2026 tercatat 4,33 persen. Angka tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kewaspadaan menghadapi lonjakan permintaan saat HBKN.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua harus bergerak dalam satu irama, satu tujuan, dan satu komitmen untuk melindungi daya beli masyarakat,” tegas Saefuddin.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, daging, telur, cabai, bawang hingga ikan layang. Koordinasi dengan Bulog dan distributor diminta diperkuat agar stok tetap aman.
Selain itu, operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah harus berjalan konsisten dan tepat sasaran. Pemantauan harga secara real time juga menjadi instrumen penting agar pemerintah dapat merespons cepat jika terjadi gejolak.
“Samarinda harus menjadi contoh kota dengan inflasi rendah, ekonomi yang inklusif, dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” pungkasnya. (*)










